get app
inews
Aa Text
Read Next : Daftar Negara yang Setuju dan Menolak Bergabung di Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Ketahanan Ekonomi Di Tengah Ketidakpastian Global

Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:05 WIB
header img
Seminar Perekonomian Jawa Tengah yang di gelar oleh ISEI Semarang. (Foto: ist)

SEMARANG, iNewsJatenginfo.id - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Semarang menggelar Seminar Nasional bertema Ketahanan Ekonomi dan Perbankan Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global yang menghadirkan dua narasumber dari sektor strategis ekonomi nasional, yakni Doddy Zulverdy dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta M. Noor Nugroho dari Bank Indonesia. Seminar yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut dimoderatori oleh Prof. Firmansyah dari Universitas Diponegoro.

Kegiatan seminar menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan ISEI Semarang tahun 2026 dan dihadiri akademisi, mahasiswa, peneliti, serta berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap perkembangan ekonomi nasional. Sejak awal kegiatan, suasana forum berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi, khususnya dari kalangan mahasiswa yang aktif mengikuti jalannya diskusi.

Dalam pemaparannya, Doddy Zulverdy menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia saat ini masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik meskipun situasi global dipenuhi berbagai ketidakpastian. Ia memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2026 mampu mencapai 5,61 persen secara tahunan atau lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan peningkatan belanja pemerintah.

Menurut Doddy, kondisi tersebut menunjukkan bahwa fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global yang dipengaruhi konflik geopolitik, ketegangan perdagangan internasional, hingga fluktuasi nilai tukar mata uang dunia. Ia menilai konsumsi domestik masih menjadi kekuatan utama ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil.

Selain membahas kondisi makroekonomi, Doddy juga menyoroti ketahanan sektor perbankan nasional yang dinilai masih berada dalam kondisi resilien. Ia menjelaskan bahwa perbankan Indonesia hingga April 2026 masih didukung permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta kualitas kredit yang relatif terjaga dengan baik.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tekanan eksternal tetap perlu diwaspadai, terutama dampak konflik geopolitik global yang dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar, harga komoditas, hingga arus modal internasional. Dalam materinya, Doddy juga menyinggung potensi tekanan terhadap sektor keuangan akibat penguatan dolar Amerika Serikat, meningkatnya risiko perpindahan modal ke aset safe haven, serta dampak kenaikan harga energi dunia terhadap inflasi dan biaya produksi.

Di sisi lain, sektor perbankan nasional juga menghadapi tantangan baru yang berasal dari perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat. Persaingan dengan perusahaan fintech, ancaman serangan siber, hingga tuntutan layanan digital yang semakin cepat dan efisien menjadi tantangan yang harus dihadapi industri perbankan saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Doddy turut menjelaskan berbagai langkah strategis yang dilakukan LPS untuk menjaga stabilitas sistem perbankan nasional. Mulai dari penguatan monitoring stabilitas sistem keuangan, pengelolaan dana penjaminan, edukasi kepada masyarakat mengenai penjaminan simpanan, hingga penguatan keamanan siber di sektor perbankan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, dalam paparannya menyoroti berbagai langkah penguatan ekonomi daerah yang dilakukan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, khususnya dalam pengendalian inflasi pangan dan penguatan ketahanan ekonomi regional.

Ia menjelaskan bahwa pengendalian inflasi saat ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus dilakukan dari hulu hingga hilir melalui pendekatan yang terintegrasi. Karena itu, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalankan berbagai strategi pengendalian inflasi, mulai dari menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, hingga penguatan komunikasi strategis kepada masyarakat.

Menurut Noor Nugroho, penguatan sektor pangan menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia mencontohkan berbagai program yang telah dilakukan di Jawa Tengah, seperti rehabilitasi irigasi, bantuan benih unggul, mekanisasi pertanian, penguatan distribusi pangan, hingga program Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga di masyarakat.

Suasana seminar semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab. Para peserta, khususnya mahasiswa, tampak sangat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Topik yang ditanyakan pun cukup beragam, mulai dari kondisi ekonomi Indonesia saat ini, tantangan sektor perbankan nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, ancaman resesi global, hingga peluang ekonomi digital bagi generasi muda.

Diskusi berlangsung hangat dan komunikatif. Para narasumber tidak hanya menjawab pertanyaan secara akademik, tetapi juga memberikan penjelasan yang kontekstual dan mudah dipahami peserta.

Beberapa mahasiswa bahkan terlibat diskusi lanjutan terkait dampak geopolitik global terhadap ekonomi Indonesia serta strategi pemerintah dan regulator dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional.

Moderator seminar, Prof. Firmansyah, mampu menjaga dinamika forum tetap hidup dan interaktif hingga akhir acara. Dengan gaya moderasi yang komunikatif, suasana seminar berjalan cair namun tetap substantif sehingga peserta dapat mengikuti pembahasan dengan baik.

Melalui seminar ini, ISEI Semarang berharap dapat menghadirkan ruang diskusi yang produktif antara akademisi, regulator, dan generasi muda dalam memahami dinamika ekonomi nasional maupun global.

Seminar juga menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi ekonomi masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam merespons berbagai tantangan ekonomi yang berkembang saat ini.

Editor : Iman Nurhayanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut