Nadiem Berbagi Pengalaman pada 120 Mahasiswa Indonesia di Boston

Pepih Nurlelis
.
Kamis, 22 September 2022 | 17:43 WIB
Mendikbudristek berbagi pengalaman pada 120 mahasiswa Indonesia di Boston. Foto: Ist

BOSTON, iNewsJatenginfo.id - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) untuk berbagi pengalaman hidup dan karir kepada 120 lebih mahasiswa Indonesia di Boston.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memenuhi dua misi khusus, yaitu sebagai penegasan kepemimpinan Indonesia dalam hal transformasi sistim pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar. Kedua sebagai pendorong kerja sama di bidang pendidikan tinggi dengan sejumlah universitas; bidang kebudayaan dengan institusi riset; dan permuseuman top dunia yang berkedudukan di AS.

Menurut Nadiem dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa mahasiswa Indonesia yang di Boston juga perlu mengetahui transformasi yang terjadi di Indonesia.

“Mahasiswa Indonesia perlu mengetahui transformasi yang sedang terjadi di Indonesia. Sebagai contoh, delapan dari 22 episode Merdeka Belajar berfokus pada transformasi pendidikan tinggi. Tim saya di Kemendikbudristek terus berupaya menghilangkan sekat antara dunia akademis dan industri agar lulusan Indonesia lebih relevan dan berdaya saing,” jelasnya.

Nadiem menjelaskan bahwa secara realistis, hasil transformasi pendidikan dapat dilihat 10 tahun kemudian. Hal tersebut juga dialami oleh berbagai negara.

“Secara realistis, hasil dari transformasi pendidikan di negara-negara lain pun baru terlihat setidaknya 10 tahun kemudian. Hal terpenting adalah kita sudah memulai transformasi tersebut,” ujarnya.

Pada sesi 'ask me anything', Safira, mahasiswa Harvard Kennedy School, mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana cara Menteri Nadiem dapat menavigasi tantangan yang ditemui, dari sektor swasta ke sektor publik.

“Nasihat pertama, sabar. Jangan khawatir. Karena yang kelihatannya tidak bergerak, lama-lama hasilnya pasti kelihatan. Saya mengalami sendiri pada dua tahun pertama menjabat sebagai menteri. Tahun ketiga, mulai terlihat hasilnya,” jelas Mendikbudristek.

Melalui platform 'Kampus Merdeka' yang membuka ribuan peluang bagi mahasiswa dan industri, sejak diluncurkan sampai saat ini telah dimanfaatkan lebih dari 724 ribu mahasiswa. Sementara itu, lebih dari 123 ribu mahasiswa melakukan kesmepatan riset dan magang di 2.700 perusahaan dan lembaga nirlaba.

Selain itu, Suhandi selaku mahasiswa Boston University School of Education juga menyampaikan masukan terkait kesejahteraan guru di Indonesia yang kesulitan dalam mendapatkan gaji. Hal tersebut disebabkan karena belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Soal guru honorer merupakan masalah yang sudah lama sehingga langsung menjadi salah satu prioritas utama ketika saya menjabat. Tahun lalu sekitar 300 ribu guru honorer telah menjadi ASN PPPK. Tahun ini sekitar 300 ribu pun akan diangkat menjadi ASN PPPK,” jawab Nadiem menanggapi masukan Suhandi.

Menurut Nadiem, pihaknya sudah berusaha terkait tunjangan guru yang belum mendapatkan sertifikat PPG.

“Kami sudah berupaya keras agar mulai tahun ini guru dapat memperoleh tunjangan meskipun belum mendapatkan sertifikat PPG. Namun, niatan yang kami tuangkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional tersebut harus ditunda pembahasannya, jadi apa boleh buat,” jawabnya.

Selanjutnya, menutup pertemuan tersebut Mendikbudristek berpesan bahwa, "Perubahan selalu mengundang resistensi. Kalau dalam suatu kepemimpinan tidak ada yang protes, jangan-jangan kamu belum melakukan apa- apa. Yang penting hati kita tulus dan kinerja kita bagus," ujarnya.

Editor : Iman Nurhayanto
Bagikan Artikel Ini