get app
inews
Aa Text
Read Next : Realisasikan Janji Kampanye, Agustina-Iswar Serahkan Bantuan Operasional Bisyaroh kepada 6.572 Pener

Sejalan Program Waras Ekonomi, Bodjong Night Market Hadir Manjakan Pencinta Kuliner di Semarang

Minggu, 19 April 2026 | 16:57 WIB
header img
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat potong tumpeng untuk acara pembukaan Bodjong Night Market. (Foto: ist)

SEMARANG, iNewsJatenginfo.id — Kawasan Kota Lama Semarang kini semakin semarak dengan hadirnya Bodjong Night Market, destinasi kuliner malam terbaru yang siap menjadi magnet wisata dan pusat aktivitas ekonomi kreatif di jantung ibu kota Jawa Tengah.

Bodjong Night Market yang buka setiap malam mulai pukul 15.00 hingga 03.00 WIB, memberikan ruang bagi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati suasana malam yang hidup, aman, dan penuh pilihan kuliner.

Menghadirkan 60 tenant pilihan, Bodjong Night Market menawarkan beragam jenis kuliner, mulai dari makanan tradisional khas Semarang dan Nusantara hingga sajian kekinian yang digemari berbagai kalangan. Keberagaman ini diharapkan mampu memberikan pengalaman kuliner yang lengkap dan menarik bagi para pengunjung.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam sambutannya merasa senang dengan hadirnya Bodjong Night Market. "Ajaib ya, saya baru membuat konsepnya, tiba-tiba saya dapat undangan Bodjong Night Market. Jadi kita (Pemerintah Kota Semarang-red) punya program  WARAS EKONOMI, sebuah program untuk memberdayakan UMKM," tutur Agustina.

Dirinya berharap melalui Bodjong Night Market akan banyak terjadi perputaran uang yang muaranya akan memberikan keuntungan bagi para pelaku UMKM.

"Kami berharap kehadiran pasar malam ini mampu memberikan ruang yang luas bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang, serta menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang," pungkas Agustina.

Program Waras Ekonomi dirancang dengan pendekatan menyeluruh, dimulai dari pendataan (sensus) terhadap sekitar 30 ribu UMKM di Kota Semarang. Dari proses ini, Pemkot Semarang akan melakukan klasifikasi untuk mengetahui kebutuhan riil pelaku usaha, mulai dari legalitas, sertifikasi, hingga kapasitas produksi.

Hasil identifikasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kurasi oleh Dekranasda serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Pendampingan tidak selalu berbentuk bantuan finansial, tetapi juga berupa akses jejaring, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan strategi pemasaran.

“Kadang yang dibutuhkan bukan modal, tetapi akses. Ditunjukkan jalannya, dipertemukan dengan mitra, atau diperbaiki kualitas produknya. Itu yang kita lakukan,” kata Agustina.

Sebagai bagian dari implementasi, Pemkot Semarang juga akan menghidupkan kembali pasar-pasar yang selama ini kurang optimal sebagai hub ekonomi kreatif, salah satunya di kawasan Pasar Johar. Di lokasi ini, pelaku UMKM akan dipertemukan langsung dengan ekosistem pasar seperti hotel, perkantoran, dan sektor jasa lainnya. (*)

Editor : Iman Nurhayanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut