Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rekapitulasi Ditunda, Ketua KPU dan Komisioner Diperiksa DKPP soal Kebocoran DPT
Advertisement . Scroll to see content

Pendiri Polmark Indonesia Ungkap Lima Modus Pencurian Suara pada Pemilu 2024, Ini Penjelasannya

Kamis, 14 Maret 2024 | 22:11 WIB
  • author Muhammad Farhan
Pendiri Polmark Indonesia Ungkap Lima Modus Pencurian Suara pada Pemilu 2024, Ini Penjelasannya
Pendiri Polmark Indonesia Eep Saefulloh Fatah mengungkap lima modus pencurian suara pada Pemilu 2024, ini penjelasannya. (Foto: Suparjo Ramalan)

Dia mengungkapkan sering kali pemilih mencoblos suara partai. Perolehan suara ini, menurutnya, memiliki kelemahan karena tidak ada pemantau yang secara jeli dan sigap.

“Ini tidak berisiko karena pemantau dari parpol tidak sigap untuk mengamankan suara partainya. Jika ini terjadi maka parpol tertentu bisa mendapat penambahan suara atau penggelembungan suara yang diraih dari parpol lain,” tutur Eep.

Modus terakhir, lanjutnya, yaitu memindahkan suara tidak sah ke paslon atau caleg dan partai tertentu. Eep menyampaikan, suara pemilih ada yang sah dan tidak sah karena berbagai alasan. 

Misalnya, surat suara sobek, memilih tiga paslon pilpres sekaligus atau mencoblos semua partai sekaligus.

“Tingkat partisipasi diukur dari jumlah suara sah, bukan jumlah orang yang datang ke TPS. Jadi, jika ada suara tidak sah dipindahkan ke salah satu caleg, paslon atau partai tertentu, maka tingkat partisipasi bertambah,” tutur dia. 

Editor: Iman Nurhayanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut