Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Legasi Nana Sudjana 1,5 Tahun Memimpin Jawa Tengah
Advertisement . Scroll to see content

Jawa Tengah Satu-satunya Provinsi yang Terapkan Replikasi Desa Anti Korupsi

Kamis, 07 Desember 2023 | 23:03 WIB
  • author Tim iNewsJatenginfo.id
Jawa Tengah Satu-satunya Provinsi yang Terapkan Replikasi Desa Anti Korupsi
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana saat menghadiri Peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia tingkat Provinsi Jawa Tengah di GOR Jatidiri Semarang, Rabu (6/12/2023).

SEMARANG, iNewsJatenginfo.id – 29 desa di Jawa Tengah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai percontohan desa antikorupsi. Sebab, hingga kini belum ada provinsi lain yang memiliki desa antikorupsi, sehingga Jateng masih menjadi satu-satunya provinsi yang menerapkan replikasi desa antikorupsi.

Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menyampaikan hal itu usai menghadiri Peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia tingkat Provinsi Jawa Tengah di GOR Jatidiri Semarang, Rabu (6/12/2023). “Kami mengapresiasi bahwa Jateng ini merupakan provinsi satu-satunya yang sudah melibatkan desa. Sebanyak 29 desa ini sebagai teladan yang sudah melaksanakan antikorupsi,” ucap Nana.

Dari 29 desa tersebut, empat desa di antaranya bahkan menerima penghargaan langsung dari KPK pada acara Peluncuran Desa Anti Korupsi di Desa Tengin Baru Kecamatan Sipaku Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Penghargaan tersebut diserahkan pada 28 November lalu.

Empat desa yang mendapat penghargaan dari KPK itu adalah Desa Sraten Kabupaten Semarang, Desa Sijenggung Kabupaten Banjarnegara, Desa Maoslor Kabupaten Cilacap dan Desa Bojongnangka Kabupaten Pemalang. Desa Sraten mendapat nilai paling tinggi dari KPK, yakni 98, disusul Desa Sijenggung yang hanya terpaut 0,5 di bawah Desa Sraten. Untuk Desa Maoslor dan Bojongnangka, masing-masing mendapat nilai 97.

Nana menilai, ditetapkannya sejumlah desa di Jateng sebagai Replikasi Desa Anti Korupsi merupakan hal yang positif. Keberadaannya memiliki tujuan untuk menyebarluaskan pentingnya memperkuat integritas untuk mencegah korupsi, dan memperbaiki tata kelola pemerintahan desa. “Korupsi jelas akan sangat merugikan. Makanya kami selaku penyelenggara negara, dalam hal ini Provinsi Jateng, sampai pemerintah kabupaten dan kota akan terus mengoptimalkan kegiatan-kegiatan anti korupsi,” kata Nana.

Editor: Iman Nurhayanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut