Terkait Napiter Lakukan Pemboman, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Program Deradikalisasi

Felldy Utama
.
Kamis, 08 Desember 2022 | 14:22 WIB
Ketua Komisi III DPR, Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul. Foto: Ist

JAKARTA, iNewsJatenginfo.id - Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto angkat bicara terkait aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, pada Rabu (7/12/2022) pagi.Pelaku bom bunuh diri dipastikan bernama Agus Sujatno, mantan napi terorisme (napiter) dalam kasus bom panci di Cicendo, Bandung, 2017 silam.

Bambang menilai program deradikalisasi dari pemerintah perlu dievaluasi menyeluruh. Karena jika seorang napiter kembali melakukan aksi pembomban, terindikasi bahwa paham radikalnya masih kuat.

"Jadi program deradikalisasi harus dicek ulang. Evaluasi penting agar agar napiter tidak mengulangi perbuatannya," kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul, Rabu (7/12/2022).

"Kalau keluarnya begini (pelaku bom Astana Anyar), berarti kan ada dugaan belum sembuh. Maka, ini harus dilakukan peningkatan lagi deradikalisasi," ujarnya lagi.

Legislator PDIP itu berpendapat program deradikalisasi bukan saja yang ditujukan kepada para napiter. Tapi termasuk orang-orang dalam kelompoknya yang memiliki keyakinan serta pemikiran yang sama.

"Ya napiternya, ya ring satunya napiter, ring duanya napiter," tuturnya. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyatakan bahwa pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat bernama Agus Sujarno. Sigit menyebut Agus pernah terlibat bom panci di Cicendo tahun 2017 lalu.

Follow Berita iNews Jatenginfo di Google News

Halaman : 1 2
Bagikan Artikel Ini