Manfaat Dan Potensi Transformasi Pendidikan di Indonesia

Arif Afruloh
.
Rabu, 23 November 2022 | 19:30 WIB
Ilustrasi Pendidikan. Foto: Ist

Dunia pendidikan Indonesia sampai hari ini terus saja dihadapkan dengan berbagai persoalan yang ada, baik akses pendidikan, sarana dan prasarana, kualitas tenaga pendidik yang rendah, semangat belajar siswa yang menurun setelah pandemi Covid-19, hingga kebijakan Pemerintah yang cenderung tidak ramah difabel. Berangkat dari berbagai permasalahan yang ada tentu Pemerintah perlu berbenah dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dapat memperbaiki kondisi hingga melakukan akselerasi dalam dunia pendidikan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memegang kendali penuh dalam persoalan dunia pendidikan Indonesia. Di era digital seperti saat ini, tentu perlu ada tranformasi atau penyesuaian dengan kondisi dalam hal ini lingkup pendidikan. Transformasi bisa diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dilakukan, maupun sebuah siklus, dimana proses tersebut terus berjalan yang dibuat relevan dan efektif dalam meningkatkan kualitas dalam hal ini peningkatan hasil capaian belajar siswa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tranformasi diartikan perubahan wajah atau rupa dalam wujud bentuk dan sifatnya.

Sedangkan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara ialah proses belajar manusia seutuhnya dengan mempelajari serta mengembangkan potensi sepanjang hidupnya. Maka tranformasi pendidikan bisa diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dilakukan manusia dengan mempelajari serta mengembangkan potensi sepanjang hidupnya. Dalam era digital seperti saat ini, maka tak heran rasanya perlu ada transformasi ke arah tersebut agar terjadinya proses belajar serta mengembangkan potensi yang ada dalam hidup peserta didik.

Sebagaimana diketahui bahwa sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada 2020 lalu, Kemendikbudristek telah mengelola setidaknya ada 11 ruang digital sebagai jaring pengaman serta akselerasi dalam dunia pendidikan. Diantaranya ada portal sumber belajar seperti bersama hadapi corona, tv edukasi, rumah belajar, guru berbagi, LMS siajar, membaca digital, aplikasi digital kejar paker A, B, dan C, pembelajaran digital oleh Pusdatin dan Seamolec, program sapa DRB, suara edukasi, hingga program belajar dari rumah. Kemendikbudristek juga meluncurkan ICE Institute agar proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat diakses oleh seluruh mahasiswa diseluruh tanah air.

Halaman : 1 2 3
Bagikan Artikel Ini