get app
inews
Aa Text
Read Next : Soal Istilah Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Tak Menggeneralisasi Jurnalis

HUT Ke-28 IJTI, Herik Kurniawan Soroti Arah Jurnalisme TV di Tengah Ketidakpastian

Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:35 WIB
header img
Refleksi HUT IJTI ke 28. (Foto: ist)

JAKARTA, iNewsJatenginfo.id – Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat, Herik Kurniawan, menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi jurnalis dalam menyajikan berita kepada masyarakat.

Dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 IJTI, Herik menegaskan bahwa jurnalisme harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman.

“Dalam HUT IJTI kali ini, mengangkat tema ‘Membaca Arah Jurnalisme TV di Tengah Ketidakpastian’. Kita harus berubah di tengah perubahan teknologi dan ada satu hal yang tidak berubah, yakni komitmen kita terhadap publik dalam menyajikan suatu pemberitaan yang akurat,” ujar Herik dalam sambutannya pada HUT ke-28 IJTI di Aula Dewan Pers, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Herik, pesatnya penyebaran informasi saat ini menjadi tantangan yang harus dijawab bersama dengan tetap menjunjung tinggi kebenaran dan independensi.

“Banyak hal yang tidak mengenakkan terkait dengan kerja-kerja jurnalis. Selain kecepatan penyajian berita, juga harus diperhatikan keakuratannya sehingga informasi dapat tersiar dengan baik,” katanya.

Herik meyakini bahwa optimisme, kebersamaan, dan semangat perjuangan yang sama dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas karya jurnalistik.

“Percayalah, dengan optimisme dan kebersamaan dengan perjuangan yang sama. Ini adalah momentum untuk meningkatkan karya jurnalistik yang positif dan juga menyampaikan berita positif, berguna, dan bermanfaat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat, mengungkapkan bahwa ruang publik saat ini memiliki kebebasan yang sulit dibendung, terutama dengan masifnya penyebaran informasi melalui media sosial.

“Medsos, apakah berkualitas atau tidak. Kalau medsos tidak berkualitas, maka menjadi tugas pers meluruskan di ruang publik,” ungkapnya.

Komarudin menilai kualitas ruang publik saat ini mengalami penurunan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya mobilitas media sosial yang memiliki pengikut masing-masing serta menyajikan informasi sesuai dengan selera masyarakat.

“Sayangnya, dalam ruang publik, medsos datang dalam pidato para pejabat. Salah satunya misalnya Londo Ireng. Tapi itu adalah lampiran-lampiran pidato presiden,” imbuhnya.

Menurutnya, popularitas suatu informasi di media sosial turut memunculkan persoalan mengenai informasi mana yang layak disebarluaskan dan mana yang seharusnya tidak disebarkan.

“Kalau medsos memopulerkan, ada dua hal yang terjadi di masyarakat. Mana yang harus disebarluaskan, mana yang tidak. Ruang publik ini penuh dengan sensasi sehingga masyarakat menjadi malas dan enggan berpikir. Pers menjadi dewasa ketika dihadapkan pada ketidakpastian,” pungkasnya. (Udine)

Editor : Iman Nurhayanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut