get app
inews
Aa Text
Read Next : Wakil Ketua KPK ke Balaikota Semarang Beri Tausyiah Ajak ASN dan DPRD "Hijrah" ke Budaya Antikorupsi

Lebih dari Sekadar Kepatuhan, Integrasi 3 ISO Jadi Motor Penggerak Efisiensi Bisnis

Kamis, 18 Juni 2026 | 08:36 WIB
header img
Industri manufaktur dan infrastruktur kini dituntut berorientasi pada standar global yang membuka peluang ekonomi lebih luas. Foto: Ist

JAKARTA, iNewsJatenginfo.id – Industri manufaktur dan infrastruktur kini dituntut tidak hanya berorientasi pada volume produksi, tetapi juga pada standar global yang membuka peluang ekonomi lebih luas. 

Langkah strategis berhasil diambil melalui perolehan tiga sertifikasi internasional sekaligus: ISO 9001 (Mutu), ISO 14001 (Lingkungan), dan ISO 45001 (Kesehatan & Keselamatan Kerja). 

Sertifikasi triple-play ini menjadi katalis penting dalam memangkas biaya operasional sekaligus meningkatkan nilai tawar di proyek-proyek skala besar.

Integrasi ketiga standar ini secara langsung mentransformasi proses operasional menjadi jauh lebih efisien. Dari perspektif bisnis, mitigasi risiko yang sistematis dan standardisasi proses mampu meminimalkan output cacat produksi (Rework) serta menekan kerugian finansial akibat kecelakaan kerja, yang pada akhirnya mendongkrak profitabilitas perusahaan.

Senior Director Indonesia & Southeast Asia+, menyatakan bahwa sertifikasi ini merupakan investasi strategis untuk membangun fondasi bisnis yang adaptif dan efisien. 

Di tengah ketatnya persaingan pasar, pemenuhan standar ini menjadi modal utama untuk melakukan perbaikan berkelanjutan yang berdampak langsung pada kepuasan pelanggan dan loyalitas pasar.

"Standar internasional ini menjadi fondasi untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan sekaligus memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara bertanggung jawab terhadap pelanggan, lingkungan, dan karyawan," ujarnya.

Secara komersial, implementasi ISO 9001 menjamin konsistensi produk yang mempercepat penetrasi pasar. Sementara itu, ISO 14001 membuka peluang efisiensi biaya melalui penghematan energi dan bahan baku, dan ISO 45001 memastikan keberlanjutan produktivitas tenaga kerja.

 Melalui sinergi ini, Wavin berhasil memperkuat posisinya di industri dengan mengamankan rantai pasok yang lebih hijau dan ekonomis.

Dari sisi pemasaran, Head of Marketing Indonesia & Southeast Asia+ menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar global ini memberikan nilai jual (USP) yang sangat kuat, terutama dalam membidik segmen proyek premium dan korporasi yang menerapkan seleksi vendor sangat ketat.

"Dengan sistem manajemen yang terintegrasi, solusi sistem perpipaan yang dihadirkan menjadi semakin andal, aman, dan berkelanjutan untuk mendukung berbagai kebutuhan proyek di Indonesia," katanya.

Langkah ini menegaskan bahwa kepatuhan terhadap ISO bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi, melainkan strategi bisnis padat untung. Perusahaan tidak hanya mengamankan posisinya sebagai pemimpin pasar yang tepercaya, tetapi juga siap menangkap peluang besar dari masifnya proyek pembangunan infrastruktur nasional yang bernilai tinggi.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut