95,6 Prosen RT di Kota Semarang Sudah Merasakan Manfaat BOP RT Rp25 Juta
Ketua RT 08/ RW 19 Kelurahan Sendangmulyo, Tembalang Langgeng Sugiharjo yang ditemui saat kerja bakti merasa sangat terbantu dengan bantuan dana 25 juta per tahun, dan berharap tahun 2026 dana bantuan segera cair.
Serapan 95,6 Persen: Bukti Bahwa Warga Membutuhkan dan Merasakan
Tingkat serapan yang mencapai 95,6 persen (10.157 dari 10.621 RT) bukanlah sekadar angka administratif. Angka itu mencerminkan bahwa sebagian besar pengurus RT memilih untuk memanfaatkan dana tersebut karena mereka melihat kegunaannya. Hanya 4,4 persen yang tidak mengambil, dengan alasan internal seperti sudah memiliki kas mandiri yang cukup.
Sisa anggaran tak terserap hanya sekitar Rp5,46 miliar (2,1 persen) dari total Rp265,7 miliar. Menunjukkan efisiensi dan ketepatan sasaran, bukan pemborosan.
"Jika program ini tidak bermanfaat, pasti tingkat penolakannya akan jauh lebih tinggi. Fakta bahwa 95,6 persen RT mengambil dana dan menggunakannya untuk kegiatan yang menyentuh warga adalah bukti paling nyata. Kami tidak perlu klaim muluk-muluk. Cukup tanyakan ke ketua RT dan warganya," terang wali kota.
Menjawab Kritik : Manfaat Makro Butuh Waktu, Manfaat Mikro Sudah Ada
Adanya kritik daru Pansus DPRD yang mempertanyakan indikator keberhasilan program, seperti penurunan stunting, DBD, atau peningkatan pengelolaan sampah secara signifikan. Pemkot Semarang tidak menolak kritik itu. Justru, sepakat bahwa ke depan indikator makro perlu diperkuat.
Editor : Iman Nurhayanto