Jadi Laboratorium Bisnis, Coffee Shop Gontor 5 Magelang Cetak Santri Entrepreneur di Lereng Merapi
Dirinya menambahkan bahwa mentalitas "tangan di atas" harus dipupuk sejak dini. “Kami mendidik mereka agar berani gagal di laboratorium ini, supaya kelak mereka tangguh di medan yang sebenarnya. Jika hari ini mereka teliti menimbang gramasi kopi, esok mereka akan teliti dalam menjaga amanah umat,” tambah Ustadz Anggo.
Inisiatif ini merupakan pengejawantahan dari falsafah pendidikan Gontor yang menekankan kemandirian ekonomi. Wakil Pengasuh Gontor 5 Magelang, Ustadz Imam Haryadi, memberikan pesan motivasi yang kuat mengenai visi besar di balik berdirinya unit usaha ini.
“Dunia saat ini membutuhkan Muslim yang tidak hanya saleh secara ritual, tapi juga kuat secara ekonomi. Kita tidak sedang sekadar membangun kedai kopi, kita sedang membangun harga diri umat. Saya ingin dari lereng Merapi ini, lahir miliarder-miliarder Muslim yang sujudnya lama, yang hartanya menjadi wasilah dakwah, dan yang tangannya terbuka lebar untuk membantu sesama,” tegas Ustadz Imam Haryadi.
Lebih lanjut, Ustadz Imam Haryadi mengingatkan para santri bahwa entrepreneurship adalah bagian dari ibadah.
“Ingatlah, Rasulullah SAW adalah seorang pedagang besar sebelum menjadi Rasul. Coffee shop ini adalah cara kita meneladani sifat Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah dalam dunia bisnis. Jadikan aroma kopi ini sebagai aroma kemandirian. Jangan pernah takut bermimpi besar, karena kalian dididik di sini untuk menjadi pemimpin dunia, bukan sekadar penonton di negeri sendiri.”
Selama Ramadhan, Coffee Shop Gontor 5 menjadi pusat interaksi yang edukatif, di mana pelayanan prima bertemu dengan akhlak mulia.
Masyarakat yang hadir tidak hanya menikmati kopi berkualitas di tengah panorama indah Merapi, tetapi juga menyaksikan langsung tunas-tunas muda Islam yang sedang ditempa menjadi pejuang ekonomi yang berintegritas.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta