Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Semarang Kembali Gelar Aksi Bersih-bersih Sungai
SEMARANG, iNewsJatenginfo.id - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama berbagai elemen masyarakat dan jajaran Pemerintah Kota Semarang mengikuti pelaksanaan Aksi Bersih Sampah Serentak se-Jawa Tengah di Kota Semarang, Selasa (24/2). Pelaksanaan aksi di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah tersebut dikoordinir oleh Gubernur Jawa Tengah dari Pantai Jodo, Kabupaten Batang, yang sekaligus memimpin kegiatan tingkat provinsi.
Di Kota Semarang, aksi dipusatkan di Kali Tawang Mas, Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat. Rangkaian kegiatan diawali apel yang dipimpin langsung Wali kota. Kemudian dilanjutkan pembersihan sungai, penanaman pohon, dan dialog secara daring dengan Gubernur Jawa Tengah.
Dalam laporannya kepada Gubernur, Agustina menyampaikan bahwa Kota Semarang merupakan wilayah muara berbagai aliran sungai, termasuk yang terhubung dengan Kabupaten Demak. Karena itu, sumbatan sampah menjadi salah satu faktor risiko banjir yang harus ditangani serius.
“Habis sahur langsung bersih-bersih sungai. Kami ini (Kota Semarang - red) muara dari berbagai macam aliran air dari atas. Maka yang penting bagi kami, sampahnya harus pergi dari sungai,” ujar Agustina.
Ia menjelaskan, pada Sabtu (21/2) lalu pembersihan telah dilakukan di Sungai Jaten dengan hasil 1,4 ton sampah dan melibatkan sekitar 350 warga. Sementara pada aksi di Kali Tawang Mas hari ini, terkumpul sekitar 1,1 ton sampah serta dua dump truck material hasil pengerukan, dengan partisipasi kurang lebih 450 orang.
Agustina mengakui tantangan utama saat ini adalah keterbatasan alat berat dibanding panjang dan jumlah sungai yang harus dibersihkan. Meski demikian, ia menilai tren partisipasi masyarakat terus meningkat dari waktu ke waktu.
Untuk memperkuat sistem, Pemerintah Kota Semarang telah membentuk Satgas Berlian (Bersih Sungai dan Lingkungan) di setiap kelurahan sejak akhir 2025. Satgas ini bertugas memantau dan menangani titik sumbatan sampah, terutama saat curah hujan tinggi.
“Begitu ada laporan di grup, titiknya langsung kita tangani. Ini membuat respons kita jauh lebih cepat,” jelasnya.
Langkah tersebut melengkapi strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Saat ini, Kota Semarang memiliki 1.074 unit bank sampah dan pada tahun 2026 ditargetkan terus bertambah.
Gerakan ini sekaligus memperkuat semangat Semarang Wegah Nyampah, yang mendorong kesadaran bahwa sampah yang dihasilkan adalah tanggung jawab masing-masing. Melalui perubahan perilaku dari hulu, Pemerintah Kota Semarang berupaya memastikan sungai kembali pada fungsinya sebagai saluran air, bukan tempat pembuangan.
Selain pembersihan sampah, kegiatan juga diisi penanaman pohon di bantaran sungai sebagai langkah jangka panjang guna memperkuat kualitas lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem kawasan.
Dalam dialog secara daring bersama Gubernur Jawa Tengah, Agustina juga menyampaikan bahwa Kota Semarang telah masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy). Secara administratif proses telah berjalan dan pemerintah daerah menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait investor yang akan terlibat.
Melalui aksi serentak ini, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya menjaga fungsi sungai tetap optimal, mengurangi risiko banjir, serta membangun budaya tanggung jawab lingkungan yang kuat di tengah masyarakat.
Gerakan ini akan terus dilanjutkan secara berkala di berbagai titik sungai di Kota Semarang sebagai bagian dari upaya menjaga kota tetap aman, sehat, resik, dan indah. (*)
Editor : Iman Nurhayanto