get app
inews
Aa Text
Read Next : Bersedia Kirim Pasukan untuk Bantu Gaza, Trump Ucapkan Terima Kasih kepada Indonesia dan Prabowo

Daftar Negara yang Setuju dan Menolak Bergabung di Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Kamis, 22 Januari 2026 | 19:25 WIB
header img
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu

DAVOS, iNewsJatenginfo.id - Puluhan negara telah setuju bergabung dengan apa yang disebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai "Dewan Perdamaian". Adapun sejumlah negara Eropa menolak berpartisipasi. Banyak negara lain belum menanggapi undangan dari Washington.

Dewan tersebut, yang diketuai Trump, awalnya dirancang sebagai kelompok kecil pemimpin dunia yang bertugas mengawasi rencana gencatan senjata Gaza.

Cakupannya telah meluas, dengan pemerintahan Trump mengundang puluhan negara dan menyarankan badan tersebut dapat mengambil peran yang lebih luas sebagai mediator konflik internasional.

Negara yang Gabung:
Negara-negara yang telah setuju untuk bergabung dengan dewan tersebut sejauh ini meliputi:

1. Argentina

2. Armenia

3. Azerbaijan

4. Bahrain

5. Belarusia

6. Mesir

7. Hongaria

8. Indonesia

9. Yordania

10. Kazakhstan

11. Kosovo

12. Maroko

13. Pakistan

14. Qatar

15. Arab Saudi

16. Turki

17. Uni Emirat Arab

18. Uzbekistan

19. Vietnam

Negara yang Menolak

Beberapa negara Eropa telah menyatakan mereka tidak akan bergabung dengan inisiatif yang disebut "Dewan Perdamaian" yang dipimpin AS, setidaknya untuk saat ini, dengan alasan kekhawatiran atas cakupannya dan hubungannya dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

1. Prancis
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan Paris mendukung rencana perdamaian AS tetapi tidak mendukung organisasi baru, dengan mengatakan, "Ya untuk menerapkan rencana perdamaian yang diajukan presiden Amerika Serikat, yang kami dukung sepenuh hati, tetapi tidak untuk menciptakan organisasi seperti yang telah diajukan, yang akan menggantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa."
 

2. Norwegia
Norwegia juga menolak undangan tersebut, dengan seorang pejabat pemerintah mengatakan proposal tersebut menimbulkan pertanyaan yang belum terjawab yang membutuhkan dialog lebih lanjut dengan Washington.
 

3. Swedia
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan Stockholm tidak akan menandatangani perjanjian tersebut "sesuai dengan teks yang ada saat ini".
 

4. Slovenia
Slovenia telah mengambil sikap terkuat sejauh ini, dengan Perdana Menteri Robert Golob memperingatkan mandat dewan tersebut dapat merusak tatanan internasional berdasarkan Piagam PBB.

5. Inggris
Inggris tidak akan menandatangani BoP, dengan alasan kekhawatiran atas keterlibatan Rusia.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan Inggris akan memilih tidak menandatangani Dewan Perdamaian di Davos hari ini, bergabung dengan daftar penolakan yang semakin bertambah yang mencakup Prancis, Norwegia, Swedia, dan Slovenia.

Berbicara dari Davos, Cooper mengatakan kepada BBC bahwa dia khawatir tentang peran Rusia dalam merumuskan rencana perdamaian untuk konflik lain di tengah perangnya di Ukraina.

"Kami tidak akan menjadi salah satu penandatangan hari ini, karena ini tentang perjanjian hukum yang menimbulkan isu yang jauh lebih luas, dan kami juga memiliki kekhawatiran tentang Presiden Putin yang menjadi bagian dari sesuatu yang berbicara tentang perdamaian," kata Cooper.

Editor : Iman Nurhayanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut