Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perayaan Ulang Tahun Berujung Mala Petaka, Ketua OSIS SMA di Klaten Tewas Tersetrum
Advertisement . Scroll to see content

Belajar dari Peristiwa Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Tewas, Ini Alasan Tubuh yang Basah Mudah Tersetrum

Selasa, 09 Juli 2024 | 16:32 WIB
  • author Muhamad Fadli Ramadan
Belajar dari Peristiwa Ketua OSIS SMAN 1 Cawas Tewas, Ini Alasan Tubuh yang Basah Mudah Tersetrum
Fadjar Nugraha (18) Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, di Klaten, Jawa Tengah, meninggal usai diceburkan temannya ke kolam ikan di sekolah. Foto: Instagram

JAKARTA, iNewsJatenginfo.id - Viral kabar mengenaskan Fadjar Nugraha (18) Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, di Klaten, Jawa Tengah, meninggal usai diceburkan temannya ke kolam ikan di sekolah. Malang, saat akan naik, Fadjar menginjak setrum yang membuatnya meninggal dunia.

Belajar dari peristiwa tersebut, kejadian yang menimpa Fadjar Nugraha bisa dihindari apabila tubuh yang basah tidak menyentuh benda yang dialiri listrik. Pasalnya, tubuh yang basah bisa menjadi konduktor yang baik apabila bersentuhan dengan aliran listrik.

Melansir Sabanci Universitesi, tingkat keparahan dan efek sengatan listrik bergantung pada sejumlah faktor, seperti jalur yang melalui tubuh, jumlah arus listrik, lamanya waktu paparan, dan apakah kulit basah atau kering. 

Air adalah penghantar listrik yang baik, memungkinkan arus mengalir lebih mudah dalam kondisi basah dan melalui kulit basah. Efek syok dapat berkisar dari rasa kesemutan, luka bakar parah, hingga serangan jantung. 

Jumlah arus listrik yang menyengat tubuh dengan durasi kejutan satu detik bisa menyebabkan rasa sakit hingga kematian. Sebagian besar rangkaian listrik, dalam kondisi normal, dapat menyediakan aliran arus hingga 20.000 miliampere. Artinya, bisa membuat seseorang mengalami serangan jantung, luka bakar serius, dan kemungkinan kematian.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut