get app
inews
Aa Text
Read Next : Ada Karnaval Dugderan Sambut Ramahan di Kota Semarang, Berikut Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan

Hadapi Kemarau Ekstrem, Wali Kota Semarang Instruksikan Damkar, Dinkes, dan DLH untuk Siaga Penuh

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:13 WIB
header img
Wali Kota Semarang, Agustina saat himbau seluruh elemen masyarakat untuk siap siaga hadapi kemarau ekstrem. (Foto: ist)

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Semarang menyiagakan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi lonjakan penyakit akibat cuaca ekstrem.

"Ancaman kemarau tidak hanya berdampak pada ketersediaan air bersih, tetapi juga berisiko memicu lonjakan penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare. Saya minta Dinkes bergerak cepat memastikan seluruh puskesmas siaga penuh melayani warga," tegas Agustina.

Fasilitas kesehatan primer dan layanan darurat dipastikan beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani masyarakat. Pemerintah menjamin ketersediaan logistik medis mulai dari obat-obatan hingga dukungan kesehatan jiwa.

"Kami memastikan pelayanan kesehatan primer hingga layanan ambulans kegawatdaruratan gratis 24 jam siap merespons cepat. Kebutuhan obat-obatan, cairan medis, hingga dukungan kesehatan jiwa bagi warga terdampak bencana kemarau maupun kebakaran harus terjamin dengan baik," lanjutnya.

Dinas Kesehatan Kota Semarang memperketat surveilans dan koordinasi lintas sektor untuk menekan risiko penyakit saat musim kemarau. Mitigasi menyeluruh yang dilakukan meliputi penguatan layanan kesehatan dan edukasi masyarakat, karena kemarau berpotensi meningkatkan penyakit menular dan tidak menular, gangguan kesehatan jiwa, hingga penurunan kualitas udara.

Sebagai langkah konkret, Dinkes memperketat inspeksi sanitasi depot air minum serta tempat pengelolaan pangan. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3M Plus) turut ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue.

Agustina juga mengingatkan kewaspadaan mandiri di tingkat rumah tangga dan tempat usaha dengan memeriksa instalasi listrik dan kompor gas secara berkala dan menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR). Warga diminta disiplin menjaga keselamatan lingkungan dari potensi kebakaran serta konsisten menerapkan gaya hidup sehat.

"Jangan lupa minum yang cukup, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), merebus air sebelum dikonsumsi, kalau bisa pakai masker. Terus kalau merasa sakit atau tidak enak badan langsung periksa ke puskesmas atau ke dokter," pungkasnya.

Editor : Iman Nurhayanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut