Sementara itu di sekitar lokasi tersebut juga sudah ada Jalan Usaha Tani (JUT) yang dibangun beberapa tahun lalu dengan menggunakan dana Desa (DD). Pihaknya menerangkan tidak ada sertifikat pada JUT tersebut. Artinya jalan di tengah sawah tersebut masih merupakan hak dari petani. “Jalan dibangun dianggarkan di dana Desa, Tetapi sertifikat masih Sesuai untuk ukuran sawah lama,” jelasnya.
Kepala Desa (Kades) Bonagung, Suwarno menyampaikan terkait JUT memang terbentuk belum lama. Jalan ditengah sawah tersebut pembuatannya dirapatkan di balai desa. Untuk jalan di tengah sawah itu, hasil keputusan untuk kepemilikan jalan masih masuk dalam sertifikat hak milik petani.
”Jalan masih hak milik petani, misalnya ada pemilik lahan setuju untuk menjual. Pembayaran berdasarkan luasan sertifikat, sehingga termasuk sebagian jalan yang masuk sertifikat milik petani itu,” ujarnya.
Artikel ini telah diterbitkan oleh sragen.inews.id dengan judul Puluhan Petani Dirikan Posko, Antisipasi Intimidasi Maklar Tanah dari Investor
Editor : Iman Nurhayanto













