Politik Identitas dan Identitas Politik

*Oleh Khafid Sirotudin
Khafid Sirotudin. Foto: Ist

Kami memiliki 4 anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Sejak kanak- kanak setiap anak memiliki "identitas" sendiri. Yang jelas berbeda adalah identitas nama dan nama panggilan. Coba kalo semua anak diberi nama sama, apa tidak bingung ketika kami memanggil satu nama tetapi keempat anak datang semua. 

Perbedaan atau keragaman berikutnya adalah golongan darah. Golongan darah saya B, sementara istri A. Maka anak-anak kami ada yang bergolongan darah B, A dan AB. Untungnya golongan darah manusia hanya ada 4 yaitu A, B, AB dan O. Coba kalo ada golongan darah AO, malah dikiranya nanti "merk" suatu produk minuman beralkohol.

Perbedaan identitas fisik juga ada. Ada anak yang rambutnya seperti bapaknya dan ada yang seperti ibunya. Ada yang memiliki lesung pipi kanan, pipi kiri dan kedua pipi. Begitu juga dengan perbedaan bentuk raut muka, alis mata, warna kulit, jari jemari, letak "toh" (tanda lahir), "andeng-andeng" (tahi lalat) dan sebagainya. 

Pepatah Jawa mengatakan "beda kulit beda anggit" (berbeda kulit, berbeda, pikiran). Justru adanya beragam perbedaan sidik jari dan retina mata setiap anak manusia menjadi bermakna dan berguna bagi pengembangan iptek untuk mengetahui identitas seseorang. Sebab "garis tangan" setiap orang berbeda.

Tuhan Maha Adil dan Maha Teliti. Selain perbedaan yang ada, juga diberi "persamaan" didalam tubuh anak manusia. Yaitu DNA (deoxyribonucleid acid) dan RNA (ribonucleic acid). DNA dan RNA merupakan molekul yang paling penting dalam biologi sel. Keduanya bertanggungjawab untuk penyimpanan dan pembacaan informasi genetik dalam semua kehidupan makhluk hidup : manusia, hewan, tanaman, bakteri dan virus.

Dengan informasi DNA/RNA kita dapat mengidentifikasi mayat korban bencana alam, kecelakaan dan pembunuhan yang tidak ditemukan "identitas diri" (pakaian, KTP, SIM, cincin) apapun. DNA/RNA adalah "identitas dari Tuhan" yang melekat pada setiap insan makhluk hidup ciptaan-Nya. 

Identitas Manusia

Sejak awal mula penciptaan manusia--Adam dan Hawa--oleh Allah telah memberikan identitas yang berbeda dengan malaikat dan iblis. Berbeda bahan baku, bentuk, sifat dan gugus tugas yang diembannya. Dari sepasang manusia "asabiqul awwalun" tersebut lahirlah Qabil dan Habil, kemudian berkembang menjadi anak, cucu, buyut hingga tersebar ke seluruh benua dan mengisi semua tempat di bumi. Perbedaan "identitas" : rasa syukur, rasa keadilan, tingkat pengendalian diri, emosi jiwa diantara keduanya telah membawa "kejahatan kemanusiaan" pertama kali berupa pembunuhan saudara kandung. 

Editor : Iman Nurhayanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network