Toleransi Sebagai ‘Lifestyle’, Wali Kota Semarang Agustina Minta Pengurus LDII Jadi Perajut Harmoni

Pradipta
Pelantikan dan Peningkatan Kapasitas Pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kota Semarang Periode 2026–2031 di Balai Kota Semarang. (Foto: ist)

SEMARANG, iNewsJatenginfo.id — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut toleransi dan inklusivitas di Kota Semarang kini telah berkembang menjadi lifestyle (gaya hidup) dan budaya keseharian masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan dan Peningkatan Kapasitas Pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kota Semarang Periode 2026–2031 di Balai Kota Semarang, Jumat (25/9).

Menurut Agustina, ruang perjumpaan antarmasyarakat dengan latar belakang yang berbeda menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan yang harmonis di Kota Semarang. Ia melihat keberagaman yang hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat sebagai kekuatan yang perlu terus dirawat.

“Bagi Kota Semarang, toleransi bukan sekadar urusan berbeda dan saling menghormati, tapi sudah menjadi lifestyle dan budaya yang terus kita pupuk,” ujar Agustina.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membumikan Toleransi Menuju Kota Semarang yang Semakin Inklusif” dan dihadiri unsur Pemerintah Kota Semarang, para camat, serta tokoh organisasi lintas agama seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Forum Kerukunan Umat Beragama.

Agustina mengatakan, semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Kota Semarang. Lima pilar pembangunan, yakni Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh, diarahkan untuk membangun kota yang inklusif dan dapat dirasakan seluruh warga.

Penguatan inklusivitas, lanjut Agustina, perlu dihadirkan dalam kehidupan masyarakat hingga tingkat kecamatan. Hal itu termasuk membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan dan mengembangkan potensi lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina menyoroti langkah LDII dalam mengembangkan tanaman sorgum hingga pengolahannya menjadi tepung sebagai salah satu upaya diversifikasi pangan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam mendukung kebutuhan masyarakat.

Agustina turut mengapresiasi gotong royong berbagai organisasi dan komunitas saat Kota Semarang menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kerja bersama yang dibangun lintas kelompok dapat menjaga suasana kota tetap nyaman bagi masyarakat maupun tamu yang datang.

Ia menegaskan, pembangunan Kota Semarang perlu dilanjutkan dengan menjaga hubungan yang telah dibangun oleh para pemimpin sebelumnya.

“Prinsip kepemimpinan kami adalah melanjutkan yang sudah baik, memperbaiki yang kurang, dan menyesuaikan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC LDII Kota Semarang periode 2026–2031, Sunarto, mengatakan pihaknya siap memperkuat sinergi dengan pemerintah di 16 kecamatan. Selain penguatan karakter generasi muda, LDII juga menjalankan kegiatan di bidang lingkungan dan ekonomi masyarakat.

“Pelantikan hari ini adalah peneguhan komitmen kami untuk semakin hadir dan nyata berkontribusi bagi Kota Semarang. LDII tidak ingin hanya menjadi bagian dari masyarakat, tetapi siap menjadi bagian dari solusi dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Semarang di berbagai bidang,” tegas Sunarto.

Agustina berharap pengurus LDII dapat mengambil peran sebagai perajut silaturahmi di tengah masyarakat dengan mengedepankan sikap santun dan moderat.

“Mari kita jaga Kota Semarang sebagai rumah besar yang bersih, sehat, cerdas, makmur, tangguh, dan inklusif bagi semua,” pungkas Agustina. (*)

Editor : Iman Nurhayanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network